Blogs I follow:

Setoples Harapan dari Rafi

Selamat tinggal semuanya . Selamat tinggal kota yang penuh kenangan suka , duka , canda ataupun tawa . Mungkin ini jalan terbaik untuk meneruskan harapan-harapannya . Aku akan selalu mengingat itu semua , dan aku akan terus berusaha untuk mewujudkannya . Hanya inilah yang aku bisa lakukan untuknya . 
*****
" Rafi ….. cepat kasihan tuh pak dadan sudah menunggu didepan! " Teriak mamaku dari luar kamar.
" Iya mah tunggu sebentar , rafi lagi ganti baju , 5 menit lagi turun " .
Setelah aku rapi dan wangi , bergegas ku berlari menuju mobil dan berpamitan dengan mamaku , untung tadi tidak terlalu telat bangunnya , jadi aku bisa sarapan dulu tadi sebelum mandi .
Oh ya , perkenalkan namaku Rafi Widyanto Putra , aku tinggal di kota dengan julukan Paris Van Java . Yup , kota bandung tepatnya . Aku disini tinggal bersama mamaku , dan kedua kaka ku Randy dan Vani . Papahku meninggal 5 tahun yang lalu saat pergi dinas ke Eropa . 
Hari ini , aku akan memasuki sekolah ku yang baru , kebetulan aku ini pindahan dari Jakarta , dan sekarang aku bersekolah di SMAN 8 bandung . 
Ketika aku sampai di sekolahku , ternyata aku sudah telat . Aku pun bergegas menuju ruang kelas ku , dan ternyata sudah ada guru di dalam kelasku .
*tok tok tok* 
" Masuk ", teriak siswa-siswi didalam kelas
Dengan gugup aku mulai memasuki kelas baruku itu . Aku menghampiri guru yang sedang mengajar , dan aku pun menyalami guru tersebut 
" Oh ini rafi murid baru itu ya ? " , tanya guruku .
" i.. i… iya bu , saya rafi pindahan dari jakarta " , balasku .
" yasudah kamu sekarang perkenalkan diri kamu dulu "
" baik bu " , balasku .
" Selamat pagi semua , nama saya Rafi Widyanto Putra pindahan dari jakarta . Mohon kerjasamanya " 
Para siswa siwi itu pun menjawab kata-kataku , tetapi sebagian ada yang berbisik kepada temannya . Aku tak tahu apa yang mereka bicarakan , bodo amat. 
" Terima kasih putra , silahkan duduk . Oh ya , nama saya Bu Sinta " Terang bu Sinta padaku . Aku pun mengangguk dan tersenyum padanya . Segera aku perhatikan bangku yang kosong yang ada dikelasku ini . Tapi semuanya terlihat penuh , tak ada satupun yang kosong .
Tak lama kemudian aku menyadari dipojokan terdapat seorang gadis cantik dudul disana sendiri . Aku pun berjalan mendekatinya . Kuberanikan untuk bertanya padanya apakah aku bisa duduk dengannya ? Tapi dia hanya fokus dengan apa yang diterangkan bu sinta . Aku hanya berdiri membeku , dan tak sadar ada yang menarik-narik tasku . Aku pun berbalik dan melihat seorang laki-laki yang sedang memerhatikan ku berdiri disitu .
" Kenapa kamu tidak duduk atuh ? " , tanyanya dengan logat sunda .
" Eh , i… i…iya ", dengan gugup ku menjawabnya .
" Perkenalkan atuh , nama aku teh Fiki . Sing betahnya di bandung " , Jawab fiki yang aku tak mengerti maksudnya .
" Aku rafi , iya makasih fiki " .
" ok , sama-sama" , jawabnya lagi .
Setelah itu pun aku membuka isi tasku dan mengeluarkan buku pelajaran ku . Segera ku perhatikan Bu sinta yang sedang mengajar didepan , tapi perasaanku tidak enak , seperti ada yang mengawasi .
Aku menoleh , dan ternyata gadis yang ada disebelahku menatap sinis . Aku jadi merasa tidak nyaman dengannya . Sebisa mungkin aku menutupi itu dengan senyuman terpaksa yang terukir dibibirku . 
Ku kembali fokus kepada pelajaran , dan terus mencatat materi yang sedang diterangkan . Tak terasa bel pun berbunyi tanda pergantian pelajaran . Ketika aku akan memasukan buku ku kedalam tas , ku melihat gadis yang ada disebelah menatapku dengan sinis nya . Ketidaknyamanan yang aku rasakan tadi kembali berkecamuk di tubuhku . Saking takutnya perasaanku , hingga aku menjatuhkan sesuatu . ku coba mengambilnya . Ternyata itu adalah bolpoin milik gadis disampingku , dan aku segera mengembalikannya .
" i… i… ini pulpennya " , jawabku gugup
" Makasih " , jawabnya singkat
Keheningan pun mulai menemani momen-momen ini . Akhirnya aku coba membuka topik pembicaraan . 
" Kita belum berkenalan ya ? Namaku Rafi " , sambil ku ulurkan tangan kananku padanya .
" Viska ", balasnya dengan singkat .
Keheningan kembali menemani . ” Ahh , daripada seperti ini aku lebih memilih mendengarkan lagu di handphone ku ” , gumamku dalam hati . ku ambil handphone ku yang ada ditas dan memasangkan earphone disana . Mulai ku tekan tombol yang ada di handphone ku dan membuka playlist lagu yang ada , ku pilih lagu ” Nuansa Bening ” . Mendengarkan lagi ini membuat hatiku tenang , aku pun memejamkan mataku . 
Tak lama , Viska beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan kelas . Aku tak tahu apa yang akan dia lakukan . Tapi ku perhatikan dia sekilas saat dia keluar kelas , hingga siluetnya menghilang . Wajahnya cantik , manis , sangat oriental dengan rambut panjangnya . Sayangnya dia sangat dingin .
Setelah visak keluar , aku pun kembali mendengarkan musik , dengan lagua kedua ” rolling in the deep ” . Lagu yang sangat dalam maknanya . Tapi aku terkaget ketika seseorang membangunkan ku . Aku pun menoleh , ternyata fiki .
" Oy fi , hayu kaluar , urang kenalan sareng nulain! ", serunya dengan wajar tersenyum . Ia pun menarik ku keluar kelas tanpa persetujuan ._. 
" Tunggu fiki , aku simpan handphoneku dulu! " . Tapi ia tidak menggubrisnya . Ku dibawanya menuju kantin belakang . Disana banyak sekali siswa-siswi yang sedang makan . 
" Oy barudak , kenalkeun yeuh Rafi . Murid baru " , teriaknya pada teman-teman yang sedang berkumpul disana . 
" Hey rafi ….. " , seru gadis-gadis cantik yang duduk disana .
" Hey semua :) " , jawabku manis .
Ku berbincang-bincang disana , berkenalan , dan bercanda bersama teman-teman baruku itu . Tapi aku menyadari bahwa sosok viska berada dipojok kantin menyendiri dan memerhatikan ku . Aku jadi gugup dilihatnya dengan tatapan dinging seperti itu . Akupun lebih memilih kembali kekelas dan berpamitan dengan yang lainnya .
*****
Sekolah pun berakhir pukul 3 sore . Ku telpon mang dadang , ternyata ia sudah menunggu didepan gerbang . Segera aku menemuinya , dengan lari-lari kecil ku mendekati sosoknya yang sedang bersantai didalam mobil . 
" Mang dadang , ayo cepat!" 
" Eh aden , ngagetin aja . Oke " , balas mang dadang .
Mobil pun mulai melesat melewati jalanan kota bandung yang cukup lengang . Baru saja beberapa meter mobil berjalan , ku melihat sosok gadis yang aku kenali . Viska . Dia mengenakan baju yang biasa saja , kaos dengan rok panjang . 
Terlihat sosok seorang ibu-ibu , mendekatinya dan iya kembali masuk kedalam . Setelah itu , viska berjalan mengambil bungksan kresek dan berjalan keluar dari tempat itu . 
" Mang dadang stop! " , aku berteriak cukup keras. Dan mobil pun berhenti .
" Eh den ada apa ? " , tanya mang dadang dengan heran . 
Ku buka pintu mobil . Ku berjalan keluar dari mobil .
" Den! mau kemana ? " . Tak ku hiraukan pertanyaan mang dadang .
Dengan cepat , aku menyusul sosok gadis yang cantik nan jelita itu . Ternyata dia menuju sebuah rumah . Kuperhatikan dia mengetuk pintu tersebut . Terlihat sesosok pria keluar dari rumah itu . Viska pun dengan ramah memberikan bungkusan tersebut dan pria itu memberikan viska uang . 
" Apa? Jadi viska itu dari keluarga yang kurang mampu ? Apakah dia hanya memiliki beasiswa untuk sekolah di sekolah ku? " , benakku mulai berkecamuk . 
Rasa penasaranku bertambah besar ketika viska kembali menuju rumah tadi . Dia melayani para pembeli disana .
" Jadi ibu tadi itu adalah ibunya ? ohhhh " . Gumamku 
Sudah cukup ku mendapat info mengenai viska , dan akhirnya aku kembali pulang . Ku melihat mang dadang masih menunggu ditempat yang ku tinggalkan tadi .
" Dari mana saja den ? Ko ngilang tadi ? " , tanya mang dadang khawatir .
" Aku ada urusan tadi mang , maaf " , balasku .
" Nanti lagi , bilang dong den , jangan seperti tadi " , mang dadan membalas .
" iya , iya maaf . hehe . yaudah ayo pulang mang ".
" oke den " .
*****
Keesokan harinya , ku kembali duduk dengan viska . Aku pun mulai membiasakan diri duduk bersama gadis cantik yang jutek itu . Hari demi hari , minggu demi minggu kududuk bersamanya. Hingga akhirnya seperti inilah , aku dan viska bersahabat baik . Aku pun mulai mengetahui bahwa benar dia bersekolah disini karena beasiswa . Dia sedikit minder dengan teman-temannya yang berada . Jalan terbaik yang hanya ia pikirkan adalah menjadi pendiam dan terkesan jutek .
Sekarang aku sedang duduk dikantin bersamanya , meskipun harus dipaksa dulu agar bisa sampai sini .
" Kamu mau pesan apa ? " 
" Terserah rafi saja , kan rafi yang mau bayarin viska :) "
" Yaudah deh , makan nasi goreng sama teh manis aja gimana ? "
" Ya sudah :) "
Akupun segera memesan makanan yang akan kita makan . Ku perhatikan terus wajah cantik Viska dengan senyumannya yang khas . Senyuman itu , aaahhh . Membuat aku meleleh , senyuman itu yang membuat aku gila . hahaha . Beberapa saat kemudian makanan pun datang .
" ini mas makananya " , kata ibu kantin .
" iya bu makasih " . " Ayo makan vis "
Kita berduapun mulai makan makanan kita masing-masing . Tak tahu kenapa , aku ingin waktu berhenti sekarang , disaat aku berdua dengan viska . Di saat aku makan , kepalaku terasa sakit . Sakit sekali , seperti ada yang menusuk-nusuk kepalaku .
" Kenapa fi ? kamu sakit ? " , saat viska menyadari kesakitan yang ku rasakan . 
" Ga apa-apa ko vis , ayo dimakan lagi " .
" Tapi muka kamu pucat fi " , ujarnya lagi .
" Udah gausah dipikirkan , aku sehat ko . Ayo makannya dilanjutin dong , aku udah traktir juga " .
" Iya deh iya , tapi abis ini kamu minum obat ya …. "
" Iya viska bawel :P "
Pas disaat kita berdua beres makan , bel tanda masuk pun berbunyi . Aku pun membayar makanan itu dan melesat bersama viska dengan cepat kekelas . 
Di kelas aku tidak fokus dengan pelajaran , hanya bisa memandangi wajah viska yang damai , dan cantiiiiiiiik sekali . Apakah aku mungkin suka sama dia ? haha , tak taulah . Lihat saja nanti .
Tak terasa bel pulang pun berbunyi . Ku melihat viska mulai beranjak dari bangkunya .
" Hey vis , mau kemana ? " , tanyaku dengan polosnya .
" Mau pulang lah , kemana lagi , emang kenapa fi ? " 
" Kita nonton yu , ada film baru nih " 
" Tapi aku gapunya uang …. "
" Masalah itu bisa diatasi ;) "
" Bagaimana dengan ibuku diwarung ? " 
" Bentar aja ko , janji . Mau ya ? 
" mmmm…… gimana ya ? "
" ah kamu lama nih mikirnya , ayo " , kutarik tangannya menuju mobil . Sengaja hari ini aku menggunakan mobil pribadi untuk pergi bersama viska . Meskipun susah payah untuk memberi alasan kepada mang dadan .
Sesampainnya di Mall ternama dibandung , aku pun bergegas menuju bioskop disana dan membeli tiket untuk 2 orang . Tak lupa popcorn dan minumannya :D 
Film yang kami tonton bertajuk tentang 2 orang remaja yang terjebak dalam sebuah game yang mempertaruhkan nyawa . Dan mereka akhirnya terlibat cinta lokasi . 2 jam durasi film yang kami tonton .
Beres kita menonton film , aku mengajak viska kesebuah boutiqe untuk membeli beberapa baju untuknya .
" Ngapain kita kesini ? " Tanya viska keheranan .
" Ya beli baju lah , mau apa lagi ? " , jawabku dengan polosnya .
" oh yaudah " .
"Yaudah sana pilih yang kamu suka " .
" Lah ko aku yang milih ? emang buat siapa ? " .
" Buat kamu lah vis , hahaha . Ada-ada aja kamu ini " .
" Eh jangan repot-repot fi , makasih banyak . Kamu tuh udah bantu aku terus " .
" Udah jangan banyak bilang makasih :P aku pilihin deh , tunggu disini " .
Beberapa saat , aku memilih baju-baju yang cocok untuk viska . Aku memilihkannya dress selutut dengan motif simple berwarna biru muda . 
" Coba kamu pakai ini " .
" Rafi , rafi . Kamu itu keras kepala ya , yaudah tunggu disini :) " 
" Hehehe :D Yaudah cepetan "
Viska berjajalan menuju fitting room . 5 menit ku menunggunya dan ia pun keluar . Wow , begitu cantiknya makhluk ciptaan tuhan yang ada didepan ku ini . 
" Udah fi bagaimana ? "
Aku terdiam melihat kecantikannya beberapa saat .
" Fi , ko bengong ? "
" Eh maaf , hehe . Kamu cantik sekali , perfect " 
" Yang bener ? "
" iya bener :P Yaudah yu ke kasir " 
" Oke , tunggu sebentar "
Setelah membayarnya , aku berjalan bersama viska menuju foodcourt . Tapi tiba-tiba kepalaku sakit , Sangat sakit dari sebelumnya . 
" Fi , kamu ga apa-apa ? ", terlihar viska khawatir melihat tingkah lakuku .
" Ga apa-apa ko vis, tenang aja :) " , jawabku dengan senyuman manis padanya .
" Tapi kamu pucat , mendingan kita pulang " .
" Makan dulu deh , gimana ? "
" Ga! ayo cepat pulang , kamu harus istirahat "
" Yaudah deh ayo " , jawabku lemas .
Perjalanan menuju parkiran ditempuh selama 10 menit , dan ku mulai menyalakan mesin mobilku untuk bergegas pulang . Dijalan tak henti-hentinya viska menanyakan kondisiku yang kurang fit . 
" Ga apa-apa ko vis , aku baik- baik aja " , ku buka suara melihat kekhawatiran diwajah viska .
" Tapi mukamu pucat sekali fi , kita kedokter ya ? "
" Gausah , aku cuma butuh istirahat aja ko , mungkin kecapean aja " .
" Fi kamu harus peduli kesehatan kamu “ , wajahnya jauh lebih khawatir dari yang tadi .
“ Iya nanti aku ke dokter tuan putrid , tapi sekarang aku antar kamu pulang dulu “ .
“ Janji ya ? “ 
“ Iya , janji princess “ , jawabku dengan senyuman .
Sesampainya aku didepan rumahnya viska , ia pun turun . Aku pun ikut turun untuk menyapa ibunya yang sudah berdiri dihadapan kami .
“ Dari mana saja kamu vis ? “ Tanya sang ibunda kepada viska .
“ Tadi rafi ngajak jalan-jalan bu , maaf belum mengabarkan ibu , tadi rafi maksa sih “ , jawab viska sambil menyenggol tubuhku . Aku pun hanya cekikikan mendengarnya . 
“ Hehe , maaf ya bu :D “ , jawabku sambil cengegesan
“ Dasar anak muda , lain kali kabarkan dulu kalo mau pergi jalan-jalan “ 
“ iya bu “ , jawabku dan viska serentak .
“ Bu aku pamit dulu , mau pulang “ . 
“ Tidak mampir dulu nak rafi ? “ , Tanya ibunda viska .
“ Tidak bu , rafi buru-buru . takutnya mamah rafi dirumah nunggu rafi “ , jawabku asal .
“ Oh yasudah , hati-hati dijalan ya nak rafi “ , sahut ibunda viska .
“ Iya bu , viska , aku pulang dulu . Dah “ 
“ Dah , jangan lupa kedokter “ .
“ iya viska bawel “ , balasku dibarengi senyuman .
Segera aku pun pulang berganti pakaian . Disaat aku ingin makan malam , kepala ini kembali terasa sakit . Sangat sakit . Ku ambil minum agar aku rileks dan melupakan rasa nyeri ini . Tapi tidak bisa , lebih baik aku kedokter . Ku telpon Fiki untuk menemaniku ke dokter .
“ halo , Fiki “ , sahutku saat telpon mulai tersambung .
“ Halo rafi , ada apa atuh malam-malam kieu telpon ? “ , jawabnya dengan logat sundanya .
“ Boleh minta bantuan ? Antar aku ke dokter yu , aku ga ada temen “ .
“ Kenapa atuh ga sama viska ? , tanyanya heran
“ Aku gamau buat dia khawatir “ .
“ Cie , beda yang lagi kasmaran mah euy “ , jawabnya cengegesan .
“ Mau nemenin ga nih ? “ , tanyaku mulai kesal .
“ Iya deh iya, tapi jemputnya “ 
“ Dasar ya , yang sakit siapa sih sebenernya ? “
“ Kamu , heheh . Rada cepet kesininya . Urang tunggu “ 
“ SIAP BOS! “ . Telpon pun berakhir .

Aku sedikit berlari menuju kamarku kembali mengambil dompet dan kunci mobil . Makan malam yang tadi ku makan tidak kuhabiskan . Segera aku menstater mobilku dan menuju rumah Fiki .
* tid , tid ,tid * bunyi klakson ku membahana didepan rumah Fiki . Tak lama , keluar sesosok laki-laki yang kutaksir itu fiki mendekati mobilku . Ia mengetuk kaca mobilku dan aku pun membukakan pintunya .
“Gandeng oy . Tatangga tos sarare “ , tegas Fiki padaku .
“ Maaf bro , haha . Biar cepet kamu keluarnya “ , balasku cengengesan .
“ Yaudah atuh sok caw “ , jawabnya .
Kumulai melesatkan mobilku di hiruk pikuk kota bandung dimalam hari menuju rumah sakit tempat biasanya mamaku check up . Setelah masuk loby , receptionist langsung menyuruhku menunggu giliran . Dari pada aku bosan , lebih baik aku dengerin lagu aja . Aku pilih lagu “ Lebih indah “yang dinyanyikan oleh adera , lagu yang menggambarkan cintaku pada viska . Tapi sampai saat ini , aku belum berani menyatakannya . Bukannya aku munafik , tapi aku takut tingkah lakunya berubah kalau aku menyatakan cintaku padanya . 
“ Rafi “ 
Aku terhenyak ketika namku dipanggil . Dan aku pun memasuki ruangan dokter yang ada disebelah kanan receptionist .
“ Selamat malam , ada yang bisa saya bantu ? “ , Sapa Dokter ketika aku memasuki ruangan itu . Ku melihat dimejanya terpampang tulisan Adit Wiryawan , SH. 
“ Malam dok , gini dok , kepala saya suka tiba-tiba sakit , seperti ditusuk-tusuk . Sangat nyeri , dan diiringi perubahan warna muka saya menjadi pucat dok “ Terang ku pada sang dokter . 
“ Oh begitu , coba saya periksa , silahkan naik ke ranjang disana “ 
Dokter itu pun memeriksaku , fiki hanya terdiam disebelah ku .
“ Sepertinya keadaan mas kurang fit , kurang tidur . Dan terlalu banyak pikiran mas . Tapi yang saya takutkan gejala yang mas tadi katakan menunjukan penyakit yang cukup serius . “
“ A…. a…. apa ? “ Jawab aku dan fiki berbarengan .
“ Kemungkinan itu penyakit tumor mas “ 
“ APA ? terus apa yang harus aku lakukan dok ? “ Jawabku lebih shock dari yang tadi .
“ Lebih baik mas menjalani serangkaian tes untuk membuktikannya “ .
“ Yasudah dok , kita lakukan tes nya sekarang “ . jawab ku tanpa pikir panjang .
“ Oke mas , sekarang mas bisa tunggu sebentar , dan saya akan mempersiapkannya “
Dokter itu pun keluar . Aku masih shock mendengar penjelasan dokter adit tadi . Aku diem seribu bahasa selama dokter keluar . 
“ Fi , tong ngalamun! Sing sabar we , ngadoa . Semoga sehat terus “ , ujar fiki yang membuat aku terbangung dari lamunanku . 
“ Tapi fik , gimana kalo aku kena tumor otak ? Aku masih belum siap fik “ , jawabku dengan mata yang berkaca-kaca . 
“ Sabar bro , pasti ada jalan terbaik ko “ , fiki memelukku ketika linangan air mata membasahi pipi ini .
“ Aku gamau ninggalin viska , Fik “ .
Dokter Adit pun memasuki ruangannya kembali .
“ Ayo mas, kita mulai tesnya “ 
“ i… i… iya dok “ , jawabku sedikit terisak . 
Aku dan Fiki mengikuti langah dokter adit menuju ruangan yang penuh dengan alat-alat kedokteran yang canggih . 
“ Mari mas “ , terang pa dokter menyuruhku duduk .
Tes pun dimulai, beberapa alat didalam ruangan itu telah kucoba . Fiki hanya duduk manis dengan kekhawatiran diraut mukanya . 
“ Udah selesai , ayo mas “ , sahut dokter adit .
“ Makasih dok , kapan saya bisa mengambil hasilnya ? “ , Tanya ku pada dokter adit .
“ kira-kira 4 hari lagi mas bisa kesini untuk mengambil hasilnya “ , jelasnya .
“ oke , terimakasih dok . Selamat malam “ 
Dengan langkkah gontai aku menyusuri lorong rumah sakit itu . Fiki yang tau kondisiku saat ini hanya terdiam , dan melingkarkan tangannya di pundaku untuk menopang tubuhku yang rasanya sudah tak berguna lagi .
“ Semangat dong fi , berdoa saja semoga hasilnya negatif “ , kata fiki menenagkanku .
“ iya fik , semoga “ .

*****
4 Hari sudah kumenunggu hasil tes itu . Tak sabar aku menunggu hasilnya . Ku coba telpon Fiki untuk mengantarku ke rumah sakit itu lagi . Dan ia pun bersedia mengantarku lagi .
Sesampainya dirumah sakit , receptionist menyuruhku untuk langung memasuki ruangan dokter adit .
“ Helo mas , sudah datang rupanya ? “ , Tanya dokter adit ketika melihatku datang . 
“ Iya dok , bisa langsung saya mengambil hasil tesnya ? “ , balasku tanpa basa-basi .
“ ini mas “ , sambil menyerahkan amplop kepadaku . 
Ku membukanya perlahan , Fiki yang berada disebelah ku pun tegang melihat hasilnya . Tapi ternyata , hasilnya aku mengidap penyakit kangker otak stadium 4 . Stadium akhir ? Bagaimana ini ? Fiki pun yang berada disampingku shock dan langsung memeluku erat . Ia menangis dalam pelukanku .
“ Mas hanya memiliki waktu 4 bulan lagi , meskipun mas bisa melakukan kemoterapi , tapi itu percuma mas “ , jelas dokter adit dengan raut muka yang sedih . 
“ Maaf mas , tidak ada jalan lain “ , jawabnya lagi . 
“ Yasudah dok , terimakasih “ , jawabku dengan senyuman .
Ku langkahkan kaki menuju loby sekuat tenaga dibarengi Fiki disebelahku , ku melihat dia masih sedih karena melihat hasil tesnya . 
“ Sudah fik , mungkin ini memang jalan terbaik yang harus aku tempuh . Sekarang kita bersenang-senang saja , aku ingin melihat kamu , viska , dan orang-orang yang selalu ada disisiku bahagia “ . tegasku pada Fiki , meski hati ini pilu mendengarnya .
“ Fi kamu harus kuat! Kamu harus kuat melawan penyakit ini . ok ? “ , balas fiki dengan terisak .
“ I’ll Try , tapi fik , jangan kasih tau siapapun mengenai ini , termasuk viska “ , terangku
“ Tapi kenapa ? “ , Tanya fiki keheranan
“ Aku gamau melihat kesedihan di wajah mereka yang mencintai dan menyayangiku “ 
“ Ok , asalkan kamu selalu ceria dan bahagia .” Terangnya tanpa logat sundanya lagi .
“ Pasti! “

*****
Pagi hari yang cerah menyambutku . Sinar matahari yang masuk melalui jendela , membuatku terbangung . Ku mulai bergegas mandi untuk pergi sekolah , dan melihat senyum viska lagi :D
Mandi dipagi sangat segar seperti biasanya . Kalo mandi , aku selalu menggunakan sabun dulu , baru sampo . Emang aneh sebenarnya , tapi sudah biasa seperti ini hahaha . Saat air mengaliri tubuhku , ku mulai menggosokan sabun dibadanku , lalu ku menggunakan sampo . Kubilas rambutku dan badanku dengan air pada shower . Kupejamkan mata untuk merasakan kesegarannya . Tapi semua itu terhenti saat kurasakan sesuatu menempel diwajahku . Kuraba , kasar . Saat kulihat , ternyata rambutku . Rambutku mulai rontok karena kanker otak yang aku alami . Ini memang takdir yang memang harus kutempuh . Ku selesaikan mandi pagiku dan bergegas kesekolah . 
Seragam pun kupakai dengan rapi , dan tak lupa minyak wangi ku semprotkan ketubuhku . Agar tidak terlihat rambutku yang mulai rontok , ku pergunakan rambut palsu yang kubeli saat SMP dulu untuk pagelaran . Ku tata dengan rapi agar tidak terlihat bahwa ini rambut palsu .
Kuturuni tangga dan menuju dapur .
“ Pagi mah “ , ku memeluk mamahku .
“ pagi sayang , ayo sarapan “ , terang mamahku .
“ Minum susu aja deh , udah telat nih “ , sambil menegug susu .
“ Yaudah jangan lupa makan disekolah “ 
“ Iya mah , yaudah rafi berangkat dulu , dah mamah “ 
“ iya hati-hati sayang “ 
“ Mang dadan ayo! “ 
“ iya den “ .
15 menit berlalu , dan aku pun sampai disekolah , kumembuka pintu mobilku dan meminta agar mang dadan tidak telat menjemputku nanti . Saat aku keluar , ku melihat fiki sedang berjalan ke arahku , aku pun tersenyum padanya .
“ Ayo fi , kita kekelas , nanti telat “ , seru Fiki dari jauh 
“ iya ayo :) “ , jawabku . 
Dikelas Viska telah duduk manis dibangkunya . Segera aku menghampirinya .
“ Pagi nona cantik “ , sapaku padanya .
“ Pagi rafi , bagaimana kabarmu hari ini ? “ 
“ Baik vis , tenang saja :D “ 
Tak lama bu sinta pun memasuki kelas , dan memulai pelajaran hari ini .
*****
Bel pulang pun berbunyi , dan semua murid pun beres-beres mejanya dan memasukin alat tulis dan buku ke tas masing-masing . Ku melihat wajah cantik viska saat ku memasukan bukuku . Dia selalu terlihat anggun kapanpun. Seharian ini disekolah aku bercanda dengan viska . Sakit yang kurasakan tiap hari , ku tahan agar tetap melihat lengkungan yang terukir dibibirnya . Ku harap aku bisa merasakan lebih lama lagi hari-hari seperti ini bersamanya . Aku tidak ingin waktu cepat berlalu . Tapi apalah daya , sebentar lagi kuharus meninggalkannya , meninggalkan semuanya . Dan meninggalkan serpihan hati ini . Aku masih belum bisa menyatakan perasaanku pada viska . Aku tidak mau kalau viska malah terpukul jika dia telah milikku dan melihat kepergianku . Itu akan menjadi momen yang sangat buruk menjelang kepergian ku . 
Saat Viska beranjak dari kursinya , aku menariknya tangannya .
“ ada apa fi ? “ , Tanya viska . 
“ ga apa-apa , makasih ya buat semuanya , buat selama ini “ .
“ Hah maksud kamu apa ? “ 
“ Aku hanya ingin kamu ga lupain aku ya hehe , aku sayang kamu vis , bye “ 
“ Eh , kamu kenapa fi ? kamu mau pergi kamana ? “ 
“ ga kemana-kemana ko , yaudah dadah “
Aku berjalan meninggalkan viska , aku tidak tahan lagi , aku ingin menumpahkan semua air mata yang sudah tidak bisa tertampung lagi .
“ RAFI! Ko kamu tiba-tiba seperti ini ? “, teriak viska sambil setengah berlari ke arahku .
Aku tidak menggubrisnya , aku tidak mau viska tau lebih jauh tentangku , aku tidak mau dia sedih karena aku . Aku sayang kamu vis . Aku cinta kamu. 
“ Mang dadan ayo pergi “ 
“ Baik den “
Mobil pun melesat pulang .
*****
“ FIki kamu tau ga rafi kenapa ? Ko dia aneh ya hari ini ? “ Tanya viska pada fiki .
“ gatau vis ,emang kenapa dia ? “ , Tanya fiki pura-pura tidak tau .
“ Dia mengucapkan salam perpisahan , dia bilang dia sayang sama aku , tapi dia ko pergi sih ? “ 
“Aku tidak tau vis , maaf aku harus pergi “ .
“ Yasudah , makasih fiki “ .
Viska pun akhirnya kebingungan sendiri ,dan dia hanya bisa melupakannya . Tapi rasa kekhawatirannya tidak bisa pendam , orang yang dia sayangi , dan ia cintai tiba-tiba mengucapkan salam perpisahan . tapi untuk apa ? 
*****
Di tempat yang berbeda , Rafi baru selesai mandi dan siap untuk santap malam . Dengan ceria dia mulai memakan makanan yang terhidang dimeja makan . 
“ Wah makanannya enak banget mah “ , seru rafi saat memakan hidangan tersebut .
“ ah bisa aja kamu ini raf , ini kan makanan udah sering mamah hidangin buat kamu “ .
“ Gatau mah , ini terasa lebih nikmat hari ini “
“ yaudah kalo gitu kamu makan nya yang banyak ya “
“ Iya pasti mah “ .
Rafi pun kembali memakan makanannya . Beres makan , rafi pun segera ke kamar . Dikamar , rafi bingung mau ngapain . Tapi tak lama kemudian , ia mengambil kertas warna , dan mengguntingnya . Setelah melipatnya sedemikian rupa , jadilah kertas wana ini menjadi bintang yang berwarna – warni .
“ Indahnya bintang ini , seindah wajah kamu yang selalu menghiasi hariku , vis “ , ujarnya sambil tersenyum .
Ia pun terus membuat nya , hingga tak terasa bintang ini sudah penuh memenuhi isi toples , didalam toples tersebut berisi berpuluh-puluh bintang , dan beberapa didalamnya terdapat beberapa harapan dia untuk viska . Beberapa isi harapannya adalah : 1. Viska harus tetep senyum 2. Viska harus tetep tegar ya 3. Viska harus jadi sukses disuatu hari nanti 4. Viska harus terus lanjutin keinginan rafi agar visak bisa tersenyum , bahagia , tegar , dan gaboleh nangis :P
Rencananya , isi toples itu akan dia bawa besok kesekolahnya , dan akan diberikan buat viska . Di tutup toples itu tertulis “ TO my princess , Viska “ . Setelah merapikan semuanya , Rafi pun tidur karena sudah terlalu cape . 
*****
Hoam , masih ngantuk nih . Aku terbangun oleh suara alarm yang membengkakan telingan . Dan terpaksa aku harus segera mandi dan sarapan . Tak lupa aku mambawa toples yang kubuat kemaren untuk gadis cantik disebelah bangku ku itu :P 
Ku berjalan menuruni tangga .
“ mah aku berangkat ya …. “ , ujarku pada mama .
“ Ga makan dulu rafi ? “ 
“ Nanti aja mah disekolah , dadah mamah “ 
“ yaudah deh , hati-hati ya sayang “
Saat ku berjalan menuju mobilku , kepalaku sakit tak tertahankan . Aku merasa keseimbangan tubuhku tak terjaga . Pandanganku mulai gelap . Apakah ini saatnya tuhan ? 
“ RAFIIIIIIIIIIIIIIII!!!” Teriak seorang wanita yang terdengar samar . Teriakan itupun akhirnya lenyap .
*****
“ Halo fi , ada apa ? “ , jawabku saat terlihat nomer Rafi tertera pada layar handphoneku .
“ Maaf nak , ini mamanya rafi . Fiki ini sahabatnya kan ? Rafi inging bertemu kamu “ , jawab ibu rafi terisak . 
“ iya tante nanti Fiki kesana , tapi ada apa tante ? “
“ Rafi tadi jatuh pingsang , dan sekarang dia berbaring di rumah sakit , terbujur kaku “ , isak tangis mamah rafi pun semakin menjadi .
“ APA ? RAFI MASUK RUMAH SAKIT TANTE ? iya fiki segera kesana tante “ 
Sambungan pun terputus . Aku shock mendengar itu , apakah ini saatnya aku harus kehilangan rafi ? Ya tuhan , semoga dia baik-baik saja .
“ Fiki , rafi kenapa ? “ , Tanya viska khawatir .
“ Dia masuk rumah sakit vis “ , jawabku bergegas membereskan tasku .
“ Apa ? dia kenapa ? “
“ Aku tidak tahu vis , mungkin penyakitnya kambuh “
“ Penyakit apa ? boleh aku ikut ? “
“ Kanker otak , ayo cepat “
“ APA ? KENAPA DIA TIDAK PERNAH CERITA PADAKU? “
“ panjang ceritanya vis , ayo “
Aku pun gemetaran mengendarai motorku . Rafi , kamu harus tetap bertahan bro! 
*****
Aku shock , sangat shock mendengar penjelasan fiki tadi . Jadi sakit kepala yang selalu rafi derita adalah kanker otak ? Dan dia tidak mau aku tau karena takut aku khawatir ? Dasar bodoh kamu raf! Bodoh! Seharusnya kamu cerita , jadi aku bisa lebih memperhatikan kamu , aku sayang kamu raf . Aku belum siap kehilangan kamu ! 
Sesampainya dirumah sakit , aku dan Fiki memasuki ruang UGD , disana terlihat Rafi yang tertidur kaku , aku dan fiki pun memasuki ruangan tersebut . Terlihat seorang wanita sedang menunggunya disana , itu mamanya .
“ Tante , gimana rafi ? “ Tanya fiki .
“ Kabarnya semakin memburuk nak , tante tidak tahu harus melakukan apalagi “ 
“ Ya tuhan rafi. Kamu harus kuat bro! “ , fiki pun mulai meneteskan air mata . 
Aku yang hanya terpaku melihat sosok rafi terbujur kaku , tidak bisa melakukan apa-apa , sepatah katapun tidak keluar dari mulutku ini . Ku langkahkan kaki ini mendekati tubuh rafi .
“ Raf , kamu tega banget! Kenapa kamu ga cerita ke aku ? “ , aku tidak bisa tahan air mataku lagi . Kini sudah mengalir deras .
“Tenang vis , dia pasti kuat ko! “ , jawab fiki menenangkanku .
“ Oh kamu nak viska ya ? ini titipan rafi tadi sebelum iya terlelap “ , ucap ibunda rafi .
Ku mengambil toples itu , toples berisi penuh bintang didalamnya . Tertulis di atas tutup toples tersebut “ TO my princess , Viska! “ . Tak lama mata Rafi pun terbuka . 
“ Mah siapa yang datang ?” , Tanya rafi 
“ ini fi , ada Fiki & Viska “ .
“ Hey kalian , dari mana kalian tau aku disini ? “ , Tanya rafi pada fiki dan viska .
“ Tadi mama kamu telpon aku fi . “ , jawab fiki .
“ Fi , aku belum siap , belum siap kehilangan sosok kamu , keceriaanmu . Kamu sahabat terbaik buatku “ , ucap fiki sambil memeluk rafi . 
“ Jangan sedih bro , masih ada viska dan lainnya . Satu hal yang aku pinta dari kamu “ , jawab rafi .
“ Apa fi ? 
“ Aku ingin kamu jagain viska “ 
“ itu pasti fi “ , tegas fiki .
“ Rafi , kamu tega ! “ , ucapku tegas
“ hehe ,maaf viska , aku gamau liat kamu sedih , karena senyummu adalah semangatku “ , jelasnya .
“ Udah sakit gini , masih sempet-sempetnya kamu cengengesan , keterlaluan kamu fi “ , jawabku sambil mendekatinya . Aku sudah ga kuat ingin memeluknya , menangis didalam pelukannya .
“ Jangan nangis vis , ini nih yang gamau aku liat saat aku menghapad maha kuasa nanti “ , terang rafi . “ Kamu senyum ya , itu lebih baik buat kamu “ , lanjutnya .
“ iya , dasar rafi “ , ku memaksakan senyumku padanya .
Rafi pun senyum balik padaku . 
“ Aku , sayang , kamu , Vis “ 
Setelah ucapan itu , mata rafi tertutup , tangannya terjatuh lemas disisi ranjang .
“ RAFI!!!! JANGAN TINGGALIN AKU! Aku sayang kamu juga fi ! Kenapa kamu ninggalin aku disaat kita tau isi hati kita masing masing ?”, teriakku pada rafi . 
“ RAFI!!! Bangun fi “ , tangisanku pun makin menjadi .
“Udah vis , ini memang jalan terbaik buatnya . Semoga dia tersenyum disisi-Nya sekarang “ , tegas fiki sambil memeluku .
“ Tapi ini semua tidak adil , kenapa harus rafi ? “ujarku pada fiki .
“ Karena Rafi disayang Tuhan vis , makanya dia kembali lebih cepat “ , tegas fiki
Aku pun hanya bisa terdiam . Ibunda rafi pun tak henti-hentinya menangisi anaknya yang sudah tidak bernyawa lagi . Dengan langkah gontai , aku pun berjalan menuju loby bersama fiki dan ibunda rafi . Menghantarkan Rafi pulang . 
***** 
Dirumah rafi , semua orang pun berkumpul dan mendoakan rafi . Dengan penuh haru , tubuh rafi yang tak berdaya dihantarkan ke peristirahatan terakhirnya . Semua orang pun berdoa disana , sebelum meninggalkan nya kembali . 
Sampai semua orang pun telah meninggalkan pemakaman , aku tetap duduk disamping makam Rafi .
“ Rafi , aku akan selalu mengingatmu , aku sayang kamu fi . Selamanya “
“ Vis, ayo pulang “, teriak Fiki dari kejauhan .
“ Fi , aku pulang dulu , nanti aku akan jenguk kamu kesini kalo aku ada waktu , Dah “ 
*****
‘ 6 Tahun kemudian ‘
Hari ini adalah peringatan 6 tahunnya Rafi , tak lupa aku akan menjenguknya sekarang . Dan aku akan mengucapkan salam perpisahan untuk rafi . Bukan perpisahan untuk selamanya , tapi untuk sementara .
“ Raf , gimana kabarmu ? semoga kamu baik-baik saja disana “
“ Oh ya , Besok aku akan pergi ke Sydney . Aku dipindah kerjakan kesana , karena prestasiku raf . Aku kabulkan harapanmu kan ? Sekarang kamu jangan sedih ya disana , kamu harus tetap bahagia disana . Aku akan kembali lagi kesini suatu saat nanti . Dah Rafi “
Ku melangkahkan kakiku meninggalkan area pemakaman . Aku akan siap-siap buat penerbangan besok ke Sydney . Aku sengaja tidak memberitahukan ibunda rafi , dan Fiki . Aku ingin meninggalkan semua kenangan yang ada dikota ini . Aku tidak akan membawanya sampai ke Sydney . Kecuali hati rafi yang selalu terjaga didalam dada ini .

- The End -

Galau, kamu tuh ya ….

Hmmmm , kalo kita lagi galau , enaknya ceritakan sama seseorang , bener ga ? itu bisa buat hati kita lebih lega , atau mungkin kamu cuma memendamnya dan meluapkannya dalam suatu sikap sensitif atau emosi , maupun lewat lagu-lagu yang biasanya bernada sendu dan membuat galau total .

Memang orang-orang itu berbeda , begitu juga dengan cara mereka menghilangkan rasa galau mereka yang terkadang membuat orang disekitarnya terheran . Galau itu memang penyakit yang sangat susah dibasmi sih , jadi ga heran lah orang-orang dengan cara aneh melawannya . Galau bisa datang kapan aja , datang tiba-tiba , tanpa diundang kaya jalangkung aja ._. Dasar , galau tuh ya ;;) -_-

Kegalauan bisa datang karena ada masalah sama pacar , atau datang saja tanpa ada penyebab , mungkin karena orang-orang disekeliling yang menganggap bahwa diri kita “TIDAK ADA” . Itu kegalauan yang teramat sangat , dimana kita sedang sedih menghadapi sesuatu , ga ada orang yang menenangkan dan mensupport kita . wah wah , pada kemana tuh yang mengakunya “SAHABAT” ?

Mungkin orang-orang saat ini belum membuka topengnya ya . Mereka-mereka yang membuat kita galau belum tau kali rasanya dipermainkan perasaannya . Ya mungkin suatu hari mereka akan dibalas oleh karma kali ya , semoga ….

Jadi rekayasa dalam pergalauan ini semuanya disebabkan oleh apa ? Sahabat ? Cinta ? atau apa ? aku aja bingung sendiri mikirin itu . Dari pada dipikirin mendingan makan es krim enak tuh lagi panas-panas gini hehehe .

Yang namanya galau itu jangan dijadiin beban , penyebabnya jangan terus dipikirin , toh itu cuma sementara kan ? cuma butuh waktu menjawabnya , terkadang itu semua hanya tindakan gegabah dari seorang pelaku pembuat galau .

Intinya , kegalauan itu membuat hidup jadi bervariasi dan membuat kita belajar dari kesalahan yang sebelumnya . Ok jadi jangan ngegalau terus , mendingan karaokean yu sama aku :))

Baca aja deh

Cinta …. Yap , seperti selembar kertas putih , bersih . Hingga disuatu hari nanti kita mengguratkan untaian cerita didalmnya . Dengan berbagai tinta warna , tinta yang menggambarkan indah atau pahitnya cinta yang kita rasakan . 

Setiap orang pasti merasakan apa yang namanya cinta , dan tidak sedikit pula banyak orang menjadi gila karenanya . Problematika ini yang mungkin membuat cinta itu buta .  Cinta bisa membuat gila , dapat membuat setiap orang terhanyut didalamnya . Cinta dapat membuat setiap orang merelakan sesuatu yang berharga baginya demi memenuhi keinginan seseorang yang ia cintai , yah . Memang cinta itu merumitkan , tapi setiap orang membutuhkan cinta .

Terlepas dari semua itu , cinta memberikan sejuta keindahan . Olehnya kita dapat dibuat senyum-senyum tak karuan , membayangkan seseorang yang kita cintai . Hahaha ya , inilah yang membuat cinta itu gila . Setiap orang tak kuasa menahannya .

Coretan tinta berwarna-warni itu akan selalu menghiasi kertas putih yang akan menemani hidup setiap orang nanti kelak , karena cinta tidak akan pernah hilang dari setiap raga kita . Kita sudah mengenal cinta itu dari semenjak dilahirkan , apakah kamu lupa ? Ibumu selalu mencintaimu dengan penuh kasih sayang hingga ia     mau membesarkanmu sampai dewasa . 

Tapi setiap orang harus ingat kalau cinta punya batasan . jangan sampai kelewatan batas karena cinta hehe .

Cinta , cinta …..

Pelangi itu indah , tapi sebelum ada pelangi , kita harus merasakan dinginnya guyuran hujan . Seperti halnya wanita , kita sebagai lelaki harus mampu bersakit-sakit dahulu untuk mendapatkan senyum yang indah terukir diwajahnya , dan butuh perjuangan agar nama kita terpatri di hati mereka . 

Mungkin memang wanita itu adalah makhluk ciptaan tuhan yang paling indah , membuat para lelaki tergila-gila . Namun sayangnya kita tidak pernah tau apa yang dipikirkan seorang bidadari yang diturunkan di bumi itu , dan apa yang mereka rasakan ketika kita bercanda atau bercerita bersama mereka . Misteri itu yang sulit untuk ditafsirkan oleh bidadara-bidadara dibumi .

Kasus yang ada bahwa para dewi ini selalu baik pada semua cowo yang mendekati mereka , dengan kata lain mereka tidak pilih-pilih sih ya . Tapi apa yang ada di pikiran cowo ? mungkin aja para cowo ini berpikir kalo ini lampu hijau bagi mereka untuh meluluhkan hati si cewe .

Setelah itu , udah di baik-baikin , udah mulai PDKT . Eh si cewe malah curhat-curhatan tentang KECENGANNYA sama si cowo ini . Gimana ga sakit hati sih tu cowo . Si cowo mungkin berpikir si cewe ini cuma main-main , ya ga ?

Ada juga nih cewe yang selalu baik ke semua cowo , dan dianggapnya si cewe cuma ngeharkosin doang , padahal si cewe gatau apa-apakan , dia cuma pengen bersikap baik sama yang lain , gamau pilih-pilih teman juga maksudnya .

Yah , memang cinta itu ribet , si ribet hasrat KEPO seseorang yang pengen tau urusan orang , hahaha . Mending dari sekarang jangan terlalu berpikir kalo kebaikan seseorang di tafsirkan sebagai LAMPU HIJAU untuk mendapatkan hati seseorang . Dari sekarang juga jangan beliin barang-barang yang di pengenin si kecengan kamu mau . Cowo mungkin menganggap itu adalah cara untuk mendapatkan hati sicewe . Tapi cewe mungkin berpikir itu cuma kebaikan seseorang , emangnya HATI bisa dibeli sama barang ? Bego aja .

Hati-hati aja ya sama yang namanya cinta . Emang ribet soalnya =))

im fine thank you , hbu ? :)